TDA NGALAM

Monthly Archives: October 2016

syamsalis-pw2016
Bagaimana Paman Sam menembus batas?
 
Terasa sekali beda nikmatnya ayam Sabana dibanding produk fried chicken lainnya. Entah sejak kapan resepnya ditemukan. Yang pasti Sabana Fried Chicken sendiri sejak tahun 2006 sudah menjadi merek lokal dengan cita rasa internasional.
 
Sentuhan rasa dari Paman Sam, begitu tagline Sabana. Bukan.. Jangan salah, bukan merujuk bahwa fried chicken yang satu ini berasal dari negeri Amerika sana. syamsalis nama pemiliknya, wajar jika disebut Paman Sam.
 
Berawal dari keprihatian atas rendahnya kualitas ayam yang dikonsumsi masyarakat Indonnesia. Menjadi salah satu penyebab lahirnya Sabana. Selain itu ada kekhawatiran karena ketidakjelasan proses pengolahan mulai dari peternakan, pemotongan dan penyajian. Dengan mengedepankan kualitas dan proses itulah Sabana mendapat reaksi positif di sebagian besar masyarakat Indonesia.
 
Promosi jor-joran tidak dilakukan melalui media semata. Lebih mengutamakan pendekatan secara personal. Sehingga keinginan mitra dan konsumen dapat lebih terpantau dan terpuaskan. Tidak heran, saat ini sudah lebih dari 1000 gerai tersebar di seluruh Indonesia.
 
Sejauh ini sangat banyak penghargaan yang sudah diraih. Mulai dari Majalah Info Francise tahun 2011 lalu memberinya gelar sebagai Market Leader di bisnis Fried Chicken untuk kategori booth. Juga pernah meraih penghargaan Best Seller Business Opportunity 2010 dan Bogasari SME Award 2014.
 
Sukses brand Sabana Fried Chicken menguasai industry fried chicken booth, kini merek lokal ini mencoba peruntungannya dengan naik kelas ke medium market. Kali ini dengan nama Sabana Corner. Menu andalan yang diusungnya masih seputar ayam goreng. Akan tetapi, kali ini dengan suasana yang lebih cozy plus ragam menu yang lebih variatif.
 
Tidak melulu membesarkan bisnisnya, Syamsalis pemilik Sabana Fried Chicken mendirikan Sabana Foundation, tujuannya antara lain sebagai rasa terima kasih kepada mitra dan konsumen yang telah setia kepada sabana sehingga bisa berkembang dan besar seperti sekarang. Syamsalis percaya bahwa hidup ini bukan semata-mata mengenai berbisnis, tapi bagaimana melakukan amal baik.
 
Wajar jika timbul pertanyaan semacam di bawah ini..
Bagaimana tahap pengembangan dari 1 booth, puluhan, ratusan hingga seribu booth?
Saya mengatur keuangan 1 booth aja susah. Bagaimana mengatur keuangan 1000 booth sehingga gak bocor?
Nyari orang gampang?
Ingat pertanyaan-pertanyaan tersebut dan sampaikan pada Paman Sam nanti.
Tentunya beliau tidak sendiri, hadir juga pembicara berkualitas lainnya di acara Pesta Wirausaha Ngalam 2016 nanti.
 
Pastikan kehadiran anda 10-11 Desember 2016
di Unisma, Jl. MT. haryono 193, Malang.
Hubungi segera:
Ancha 085704363248
Aji 085731305393
Tika 089612311623
HTM member TDA hanya Rp. 200.000,-
Non member TDA hanya Rp. 300.000,-

Continue reading