|
Assalamu'alaikum.
Alhamdulillah kemarin saya bisa menepati janji untuk bisa hadir di
acara ini, walau dateng ngaret 30 menit, maklum aja baru nyampe
Gempol, leyeh-leyeh nglurusno sikil diluk, langsung cabut maning. Ojob
sing wes seminggu diangguri cuma bisa melongo, untungnya mau mengerti,
hehe.
Acara yang digelar di KPB nya Mbak Vivi kemarin adalah sesegar-
segarnya angin yang pernah saya rasakan selama 1 tahun gabung
komunitas TDA (Milad 1), karena seharusnya seperti itulah sebuah
komunitas berjalan, ada kegiatan yang terasa greget dan manfaatnya
hingga sumsum tulang yg terdalam (halah..)
Jelas bagi saya, ini ibarat di jejeg bokong dari belakang oleh para
senior, karena progress yang lambat,.."ngono-ngono thok ae, ndang
mlayu kono dul..iku lho carane deloken.." Hihi, saya membayangkan Mbak
Vivi dan Sam Donnie yang melakukan.
Teknis, aplikatif dan ringkas. Karena memang point intinya kemarin
adalah bagaimana cara-cara mendapatkan suntikan modal, yang selama ini
menjadi masalah utama pebisnis pemula. Dan ternyata untuk mendapatkan
Modal usaha banyak sekali sumbernya, dan banyak pula triknya, jika
tahu cara perhitungannya dari awal, maka kita tidak akan menjadi
korban permainan bunga bank, karena ada beberapa cara perhitungan.
Resume acara sudah dibuat dalam bentuk power point oleh Mbak vivi
semoga bisa segera dibagikan. Kemarin saya sendiri lupa mau minta copy
resume dan cara2 perhitungan bunga kredit, keburu disuguhi Pancake
maleh lali wes..
Diakhir acara munculah ide untuk mengadakan acara berikutnya dg tema
lain, dengan pembicara anggota TDA Ngalam sendiri yang notabene punya
ilmu terpendam tapi tidak pernah disampaikan krn kagok, ngaku gak bisa
ngomong dan nulis. Lha bendinone iku lapo yoo lek gak iso ngomong
karo nulis? bahasa tarzan dunk..hihi. Manfaat acara ini juga akan
melatih mental kita agar berani berbicara di depan publik, krn "itu"
adalah salah satu kunci utama dalam mempromosikan usaha kita nantinya.
Betul?
Semoga acara berikutnya bisa segera ditentukan, karena masalah tempat
sudah tidak menjadi masalah, KPB siap, kantor Simply juga siap. Dan
memang, harus tetap dibatasi jumlah peserta, agar acara bisa berjalan
efektif. Siapa cepat dia dapat ilmunya.
|